Breakingnewsbandung.com – SEMARANG | Tiwi menyadari bahwa jalan menuju cita-cita tidak selalu mulus. Kegagalannya saat mencoba masuk Polri melalui jalur bintara tidak membuatnya putus asa. Sebaliknya, pengalaman tersebut justru memotivasinya untuk lebih giat mempersiapkan diri. Setelah menyelesaikan pendidikan S-2 Hukum, ia kembali mencoba peruntungannya melalui jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
“Ketika gagal pertama kali, saya tidak menyerah. Justru saat itulah saya semakin yakin bahwa ini adalah panggilan hidup saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Tidak hanya mempersiapkan diri secara akademis, Tiwi juga melatih fisik dan mentalnya. Ia rutin berolahraga, terutama lari, untuk menjaga kebugaran. Baginya, menjadi anggota Polri bukan sekadar pekerjaan, tetapi pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Tiwi berharap kisah perjuangannya dapat menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk tidak takut bermimpi besar. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa berkarier di dunia yang identik dengan keberanian dan ketegasan seperti kepolisian.
“Selama kita punya niat yang baik dan bekerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar menjadi lebih kuat,” pesan Tiwi.
Selain itu, ia juga berharap kehadirannya di Polri nanti dapat memberikan warna baru, terutama dalam membangun citra Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Dengan latar belakang hukum yang dimilikinya, Tiwi bertekad untuk menjadi polisi yang adil dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya.
Menanti Pengumuman dengan Penuh Harap
Saat ini, Tiwi tengah menanti hasil seleksi tingkat pusat yang akan diumumkan pada Jumat, 28 Februari 2025. Meski perasaannya campur aduk antara tegang dan berharap, ia tetap optimis. Dukungan dari keluarga dan teman-teman terus mengalir, memberikan kekuatan baginya untuk menghadapi setiap proses dengan penuh keyakinan.
“Apapun hasilnya nanti, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Jika Tuhan mengizinkan, saya akan melangkah lebih jauh untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara,” tutup Tiwi dengan senyuman penuh harap.
Dengan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, Pertiwi Talumantak membuktikan bahwa cita-cita setinggi apapun dapat dicapai asalkan diiringi dengan usaha dan doa. Sosoknya menjadi inspirasi bahwa latar belakang dan kegagalan bukanlah penghalang untuk meraih impian besar.

