Breakingnewsbandung.com – Kerjasama antara Densus 88 AT Polri dan PT SHS tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki tujuan sosial yang lebih besar, yaitu membantu eks narapidana teroris (napiter) berintegrasi kembali ke masyarakat. Melalui program pemberdayaan ini, eks napiter diharapkan dapat membangun kehidupan baru yang lebih baik dan produktif.
Dalam sambutannya, perwakilan Densus 88 AT Polri menyampaikan bahwa pendekatan humanis melalui pemberdayaan ekonomi menjadi kunci dalam membangun kembali kepercayaan diri eks napiter. Dengan memiliki keterampilan dan penghasilan yang mandiri, mereka dapat menghindari potensi kembali ke jalan yang salah.
Peningkatan Kapasitas dan Pendampingan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari perpanjangan PKS, PT SHS juga akan memberikan pelatihan lanjutan dalam bidang budidaya domba dan ikan, termasuk teknik pemasaran dan manajemen keuangan sederhana. Pendampingan berkelanjutan ini bertujuan agar eks napiter dapat mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, PT SHS dan Densus 88 AT Polri berencana melibatkan para ahli pertanian dan peternakan sebagai mentor. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen serta budidaya yang dilakukan oleh eks napiter.
Dukungan Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Demi memperkuat dampak positif program ini, Densus 88 AT Polri dan PT SHS juga menggandeng pemerintah daerah setempat. Dukungan dari masyarakat sekitar menjadi kunci sukses dalam membangun lingkungan yang inklusif bagi eks napiter.
“Kami mengapresiasi dukungan masyarakat setempat yang telah menerima eks napiter dengan baik. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi reintegrasi sosial,” kata perwakilan PT SHS.
Inspirasi untuk Inisiatif Serupa di Daerah Lain
Melalui keberhasilan program ini, Densus 88 AT Polri berharap agar inisiatif serupa dapat diadopsi di daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan memberikan kesempatan kedua kepada eks napiter, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang produktif di masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pemberdayaan ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan terorisme yang komprehensif melalui pendekatan humanis,” ungkap perwakilan Densus 88 AT Polri.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
Dalam penutup acara, kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan program ini secara berkelanjutan. Diharapkan, kerjasama ini dapat menjadi model pemberdayaan sosial-ekonomi yang efektif dan berkelanjutan bagi eks napiter di Indonesia.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, program pemberdayaan eks napiter ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif dan damai.
Sumber: Mabes Polri
