Breakingnewsbandung.com – JAKARTA | Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik dan balik Lebaran 2025, Polri telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Selain rekayasa lalu lintas, Operasi Ketupat juga akan melibatkan penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Irjen Endi Sutendi mengungkapkan bahwa Polri akan menurunkan lebih dari 200 ribu personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, dan instansi terkait. Mereka akan disebar di berbagai titik pengamanan dan pelayanan untuk memastikan kelancaran arus mudik.
“Kami mengerahkan personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di jalur mudik. Mereka akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis seperti jalur tol, jalur arteri, destinasi wisata, dan pusat keramaian lainnya,” jelas Irjen Endi.
Penggunaan Teknologi untuk Pengaturan Lalu Lintas
Polri juga akan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pengaturan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2025. Melalui NTMC (National Traffic Management Center) Polri, pemantauan arus lalu lintas akan dilakukan secara real-time dengan bantuan kamera CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis.
Selain itu, Polri bekerja sama dengan operator jalan tol untuk mengoptimalkan penggunaan variable message sign (VMS) guna memberikan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas, skema rekayasa, serta jalur alternatif yang bisa dilalui pemudik.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terkini mengenai kondisi lalu lintas. Dengan bantuan teknologi, kami berharap arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar,” kata Waastamops.
Sinergi dengan Instansi Terkait dan Lintas Sektoral
Sebagai bagian dari persiapan Operasi Ketupat 2025, Polri juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Jasa Raharja, operator jalan tol, dan pemerintah daerah.
Rapat Lintas Sektoral akan digelar pada pertengahan Maret untuk mematangkan skema pengaturan lalu lintas, rekayasa jalur, serta pengamanan di sepanjang jalur mudik. Polri juga melakukan simulasi rekayasa lalu lintas untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan di lapangan.
Antisipasi Kepadatan di Jalur Wisata dan Rest Area
Selain jalur utama mudik, Polri juga memberikan perhatian khusus pada jalur wisata dan rest area yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Penerapan sistem buka-tutup di rest area serta penambahan area parkir sementara akan dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan.
“Jalur wisata selalu menjadi titik rawan kepadatan saat libur Lebaran. Kami akan melakukan pengaturan lalu lintas yang lebih intensif di kawasan wisata dan rest area,” ujar Irjen Endi.
Imbauan untuk Pemudik
Polri mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi peraturan lalu lintas, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain itu, pemudik diharapkan untuk selalu memantau informasi lalu lintas melalui aplikasi NTMC Polri dan media sosial resmi Polri.
“Kami berharap masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Dengan kerja sama yang baik antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat, kami optimis Operasi Ketupat 2025 akan berjalan lancar,” pungkas Irjen Endi.
